evden eve nakliyatdepolamadepolamaevden eveevden eve nakliyat firmalarınakliyeistanbul evden eve nakliyatevden eve nakliyatnakliyatdepolama

Cara Menangani Arsip yang Rusak Karena Banjir

Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Arsip menjadi suatu hal yang penting karena data atau informasi di dalamnya. Maka dari itu arsip tidak cukup disimpan dengan rapi saja, melainkan juga harus dirawat agar kualitasnya tetap terjaga.

Perawatan arsip adalah aktivitas untuk menyimpan dan mempertahankan arsip agar tetap baik dan mengadakan perbaikan terhadap arsip yang rusak agar informasinya terpelihara. Pada umumnya, kerusakan arsip yang paling sering terjadi adalah sobek, terserang jamur, terkena air, dan terbakar.

Faktor-faktor penyebab kerusakan arsip dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Faktor Internal yaitu penyebab kerusakan yang berasal dari benda arsip itu sendiri, misalnya kualitas kertas, pengaruh tinta, pengaruh lem perekat dan lain-lain.
  • Faktor Esternal yaitu penyebab kerusakan yang berasal dari luar benda arsip, yakni lingkungan fisik seperti suhu dan kelembapan udara, organisme perusak seperti debu yang dapat menjadi sarang bagi jamur dan penanganan yang salah

Kerusakan terhadap arsip harus di perhatikan karena arsip merupakan suatu dokumen yang sangat penting untuk di jaga dan di pelihara dengan baik, agar tidak rusak dan masih utuh pada saat di butuhkan. Indonesia memiliki beberapa wilayah yang rentan terjadi bencana alam musiman seperti banjir adalah salah satu alasan agar mulai mempertimbangkan pengelolaan dan perawatan arsip yang benar melalui prosedur yang tepat demi mencegah kerusakan arsip.

Lalu, bagaimana penanganan arsip yang rusak, baik karena basah atau terkena lumpur akibat banjir?

Berikut cara penanganan arsip yang terdampak bencana:

  1. Merelokasi arsip atau dokumen dari tempat yang basah ke tempat yang kering, aman dan bersih. Memisahkan arsip atau dokumen yang rusak berat, sedang dan yang ringan untuk memudahkan carapenanganan lebih lanjut.
  2. Bersihkan arsip dari kotoran/lumpur dengan air bersih atau air hangat
  3. Semprotkan atau celupkan arsip ke alkohol/etanol untuk menghindari tumbuhnya jamur dan membunuh bakteri
  4. Pisahkan/urai lembar per lembar arsip yang lengket
  5. Keringkan secara alami dengan kipas angin (tidak dijemur dan terkena paparan langsung sinar matahari)
  6. Lakukan restorasi/perbaikan arsip (bila perlu)
  7. Lakukan penanganan dokumen secara sabar, teliti, dan hati-hati.

Adapun agar dokumen penting tidak rusak baik karena banjir, longsor bahkan kebakaran, sebaiknya dokumen penting dipisahkan dengan dokumen lainnya dan disimpan ditempat yang aman. Sehingga akan lebih memudahkan relokasi saat bencana banjir terjadi.

Sumber:

www.kompas.com

Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol.1, No.2, Maret 2013, Seri A

Kontak Arsip

Waktu Layanan Informasi Publik

  • Hari Senin—Kamis pukul 07:30—16:00 (istirahat pukul 12:00—13:00)
  • Hari Jum’at pukul 07:30—16:30 (istirahat pukul 11:30—13:00)